Perkembangan media sosial berbasis internet membuat peran media sosial saat ini semakin meningkat secara signifikan, terutama di bidang politik. Bahkan, elektabilitas suatu partai dapat dipengaruhi oleh impresi publik yang dibentuk oleh media sosial. Dari fenomena tersebut, penulis secara khusus tertarik untuk mengkaji program dan strategi media sosial twitter dan facebook dari partai Gerindra. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana penggunaan media sosial oleh partai Gerindra mempengaruhi citra dan dukungan publik terhadap partai tersebut. Penelitian ini sendiri menggunakan metode kualitatif dengan studi analisis wacana yang mengadaptasi logika media sosial dari Van Dijk-Poell yakni programabilitas, popularitas, konektivitas, dan datafikasi ke dalam komunikasi politik yang dilakukan Gerindra melalui media sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerindra dengan baik telah mengimplementasikan logika media sosial dalam strategi pemasaran politiknya. Partai ini juga berhasil menciptakan ikatan yang kuat serta menarik perhatian publik, khususnya generasi muda, yang kemudian menjadi manifestasi dalam pemilu 2024 mendatang. Strategi ini menghasilkan tren positif bagi partai, hasil beberapa survei pada tahun 2021 menunjukkan bahwa kaum milenial dan Generasi Z lebih cenderung memilih Prabowo (Ketua Umum Gerindra) sebagai presiden. Seiring dengan dominasi media sosial, konsep logika media sosial menjadi suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan bagi para aktor politik. Terakhir, dengan kemajuan teknologi, diperkirakan persaingan partai politik digital di media sosial akan semakin ketat pada tahun 2024.