Hutan mangrove merupakan ekosistem yang memiliki nilai penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Ekowisata mangrove di Gampong Baro Sayeung, Aceh Jaya, merupakan destinasi baru yang memiliki potensi besar dengan berbagai jenis mangrove dan fauna unik yang berasosiasi. Potensi ekowisata yang besar ini memerlukan evaluasi kesesuaian dan potensi pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan kesesuaian kawasan mangrove sebagai daya tarik ekowisata, dengan fokus pada ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, fauna yang berasosiasi, dan pasang surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan survei lapangan. Analisis data menggunakan matriks indeks kesesuaian ekowisata (IKW) dengan menggunakan parameter kerapatan mangrove, ketebalan mangrove, jenis mangrove, pasang surut air laut, dan objek biota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata mangrove di Gampong Baro Sayeung sangat sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata bahari berdasarkan indeks kesesuaian wisata sebesar 85%. Potensi ekowisata mangrove meliputi asosiasi fauna yang beragam dan pemandangan alam yang memukau. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengelolaan dan pengembangan ekowisata mangrove di masa yang akan datang.