Video game adalah salah satu teknologi dibidang hiburan yang berkembang dengan cepat dimasyarakat. Bahkan Esports (kompetisi video game) semakin diakui oleh industri sebagai olahraga rekreasi. Contoh Esport yang sedang digemari dikalangan saat ini adalah Mobile Legends. Pada smartphone Android dan IOS keduanya dapat menjalankan aplikasi video game Mobile Legends. Namun, belum pernah ada yang membahas penggunaan Role-playing bawaan developer sebagai hero alternatif untuk menyederhanakan panduan kombinasi Role-playing dalam game, mengelompokkan karakter sesuai karakteristiknya, dan menggunakan karakter sesuai keinginan pemain. Untuk itu, penelitian ini menggunakan algoritma k-means untuk menyusun pengelompokan hero dan Roleplaying dalam video game Mobile Legend. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terdapat tiga kelompok hero yang memiliki karakteristik serupa yaitu Mage, Marksman, dan Fighter. Algoritma K-Means yang digunakan bisa membantu menentukan urutan peluncuran hero. Berdasarkan hasil pengujian clustering dengan metode K-Means, diperoleh data pada cluster 1 dengan akurasi rata-rata pemilihan hero support 5% ; hero Tank 10%; hero Fighter 20%; hero Mage 25%; hero Assassin 20%; hero Marksman 20%; lalu untuk rata-rata umur 25,1 ; winrate 67,3; total match 5863,4 dan total MVP 1664,1. Pemain dengan tipe hero support ,tank, fighter dan mage memiliki Role sebagai pendukung sarana untuk mengembangkan Role core atau hero Marksman dan asssasin yang memiliki kapabilitas tinggi sebagai pemenang dalam team , dengan rata rata pengguna yang memiliki Role pendukung yaitu 0,15 dan rata-rata pengguna dengan Role core 0,2 Kata Kunci : Mobile Legends, analisis, hero Role play, k-means