Latar belakang. Laringomalasia merupakan kondisi kelemahan struktur supraglotis yang menimbulkan gejala stridor. Umumnya, penyakit penyerta laringomalasia adalah refluks laringofaring (RLF). Pemberian omeperazol dapat memperbaiki gejala regurgitasi dan stridor serta memperpendek durasi perjalanan alamiah laringomalasia.Tujuan. Mengetahui efektifitas omeperazol pada bayi dan anak dengan laringomalasia.Metode. Uji pre-post experimental pada 42 subyek yang mendapat omeperazol 2x2 mg/kg/bb selama 3 bulanHasil. Pemberian omeperazol pada laringomalasia dengan gejala berat, 58,8% mengalami perbaikan. Pemberian omeperazol pada laringomalasia dengan RLF positif, 58,3% mengalami perbaikan. Tampak perbaikan bermakna secara statistik pada perbandingan nilai awal dan akhir reflux finding score (RFS) dan laringomalacia score symptom (LSS)Kesimpulan. Prevalensi RLF positif berdasar RFS menurut Belafsky adalah 24,6% dan berdasar LSS dengan gejala berat adalah 44,6%. Efektifitas pemberian omeperazol selama 3 bulan terbukti efektif pada perbaikan nilai LSS, RFS dan status gizi.
scite is a Brooklyn-based organization that helps researchers better discover and understand research articles through Smart Citations–citations that display the context of the citation and describe whether the article provides supporting or contrasting evidence. scite is used by students and researchers from around the world and is funded in part by the National Science Foundation and the National Institute on Drug Abuse of the National Institutes of Health.