<p>Kota Yogyakarta merupakan kota padat penduduk dengan sejumlah aktivitas manusia yang sangat padat, serta konstruksi bangunan dengan potensi bahaya kebakaran yang tinggi, oleh karena itu perlu adanya upaya pemetaan sebagai langkah awal dari upaya mitigasi bahaya kebakaran (pencegahan dan pengurangan resiko bahaya kebakaran). Beberapa faktor yang dapat memicu bahaya kebakaran yaitu jenis aktivitas penduduk, material konstruksi bangunan, kerapatan antar bangunan, aksesibilitas jalan, jumlah mobil pemadam kebakaran, dan sumber air sebagai pemadaman. Faktor-faktor utama di atas menjadi latar belakang utama dalam penelitian ini, yaitu memetakan bahaya kebakaran di Kota Yogyakarta secara spasial tahun 2017 sebagai upaya mitigasi bahaya kebakaran. Metode yang digunakan dalam penentuan zonasi dan penanggulangan dini berupa metode kuatitatif dengan teknik scoring serta analisis spasial berbasis ArcGIS yang dilakukan dengan teknik overlay dengan beberapa variabel. Hasil penelitian membagi Kota Yogyakarta menjadi 3 (tiga) zona bahaya, yaitu kawasan rawan kebakaran kelas tinggi, sedang, dan rendah. Kawasan kerentanan tingkat tinggi diperoleh sebesar 53,08%, kawasan kerentanan tingkat sedang sebesar 15,65%, dan kawasan kerentanan tingkat rendah (aman) sebesar 31,26%. Kerentanan kebakaran tingkat tinggi membutuhkan upaya mitigasi yang ketat dan kompleks, sedangkan kerentanan kebakaran tingkat sedang membutuhkan upaya mitigasi yang sedang, namun untuk kerentanan tingkat rendah berarti zona tersebut sudah aman dan tetap upaya mitigasi tidak boleh diabaikan, sehingga bahaya kebakaran di Kota Yogyakarta dapat ditekan sebaik mungkin</p>
Kabupaten Purworejo memiliki potensi wisata berupa garis pantai yang sangat panjang serta dilalui oleh Jalan Deandels yang merupakan jalan raya yang historis. Wisatawan didominasi oleh masyarakat lokal yang itupun hanya datang pada musim liburan. Minimnya pengunjung dari luar Purworejo diakibatkan oleh kondisi jalan yang tidak baik dan sedikitnya informasi, padahal pantai di Purworejo memiliki beberapa keunikan seperti ombak yang besar tetapi masih bisa digunakan untuk bermain, kondisi pantai yang masih alami menjadikan banyak lahan yang belum dimanfaatkan serta adanya lomba pacuan kuda. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi wisata pantai berbasis eco-tourism dan memberikan alternatif pengembangan kawasan wisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Analisis yang digunakan adalah spasial, valuasi lingkungan, dan analisis SWOT. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pantai di Purworejo memiliki potensi keindahan bentangalam pantai, kearifan budaya, dan produk lokal. Rekomendasi diberikan melalui pengadaan pelatihan yang disusun secara sistematis kepada masyarakat lewat pembukaan aktivitas kegiatan yang memiliki nilai tambah, tepat guna, unik, dan menarik yang secara tidak langsung mempopulerkan wisata pantai di Purworejo.
scite is a Brooklyn-based organization that helps researchers better discover and understand research articles through Smart Citations–citations that display the context of the citation and describe whether the article provides supporting or contrasting evidence. scite is used by students and researchers from around the world and is funded in part by the National Science Foundation and the National Institute on Drug Abuse of the National Institutes of Health.
customersupport@researchsolutions.com
10624 S. Eastern Ave., Ste. A-614
Henderson, NV 89052, USA
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Copyright © 2025 scite LLC. All rights reserved.
Made with 💙 for researchers
Part of the Research Solutions Family.