<p><span lang="EN-US">Biofilm merupakan kumpulan dari sel-sel mikrobial yang melekat secara ireversibel pada suatu permukaan dan terbungkus dalam matriks EPS (</span><em><span lang="EN-US">Extracellular Polymeric</span></em><em><span lang="EN-US">Substances</span></em><span lang="EN-US">). Salah satu bakteri infeksius yang memproduksi biofilm adalah </span><em><span lang="EN-US">S. aureus</span></em><span lang="EN-US">. Biji pinang diketahui mengandung flavonoid, alkaloid dan tanin yang memiliki mekanisme antibiofilm dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibiofilm ekstrak dan fraksi biji pinang terhadap bakteri </span><em><span lang="EN-US">S. aureus. </span></em><span lang="EN-US">Ekstraksi biji pinang dilakukan dengan metode maserasi, fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut air, etil asetat dan n-heksan. Aktivitas penghambatan dan degradasi biofilm dilakukan dengan metode pewarnaan kristal violet yang dibaca pada panjang gelombang 595 nm. Persen peghambatan dan degradasi yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik ANAVA dua arah. Persen penghambatan dan degradasi tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak </span><span lang="IN">etanol</span><span lang="EN-US">yaitu secara berturut-turut 70,17% dan 54%</span><em></em><span lang="EN-US">dengan nilai IC<sub>50</sub> secara berturut-turut yaitu -0,4 mg/ml dan 5,9 mg/ml. Hasil uji statistik menunjukkan setiap kelompok sampel dan konsentrasi memberikan pengaruh yang signifikan pada persen penghambatan dan degradasi biofilm.</span></p>