Kegiatan belajar secara daring mulai ditetapkan pemerintah sejak bulan Maret 2020 karena adanya virus Covid-19 yang menyerang dunia. Kebijakan ini dilakukan pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19. Dengan adanya kebijakan tersebut maka terdapat perubahan metode dalam penyampaian materi yang harus digunakan oleh para pengajar. Pembelajaran dengan menggunakan teknologi saat ini melalui daring selaras dengan penggunaan E-Learning pada era 4.0. Pada penerapan pembelajaran secara daring ini masih mengalami kendala terutama pada antusias mahasiswa untuk belajar mengalami penurunan. Untuk mengatasi kendala ini, salah satu cara yang menarik dan menumbuhkan semangat mahasiswa pembelajaran yang dilakukan yaitu menggunakan aplikasi Quizizz. Aplikasi Quizizz ini merupakan media pembelajaran online (E-Learning) yang memiliki fitur game, kuis, diskusi, dan survei. Penelitian ini mengkaji tentang aplikasi Quizizz yang memiliki manfaat sebagai media pembelajaran yang efektif guna meningkatkan penguasaan dan motivasi mahasiswa dalam belajar bahasa Mandarin secara daring dengan tidak menghilangkan kearifan lokal Banyumas. Peneliti bermaksud mendesain kuis dengan menerapkan ke sekolah-sekolah di Purwokerto yang memiliki pelajaran bahasa Mandarin. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan penilaian kuis pada aplikasi Quizizz. Hasil penelitian pembelajaran Quizizz proses pembelajaran menjadi mudah, menyenangkan dan bisa membantu siswa untuk memahami bahasa Mandarin. Selain itu, pembelajaran dengan menerapkan teknik bermain menggunakan aplikasi Quizizz sangat tepat bagi pembelajar pemula bahasa Mandarin.
The discussion of this research is about the types of speech acts in the socialization of Covid-19 vaccination on social media which are closely related to linguistic pragmatics. The type of speech act from a pragmatic point of view is language behavior that has rules that agreed by the speaker and the speech partner. Since the beginning of the 2020 period until the beginning of 2021, Ridwan Kamil as the regional head and public figure has participated in the socialization of the Covid-19 vaccination. Social media is an effective forum for disseminating information, notification, or invitations for everyone to support the success of Covid-19 vaccination socialization. Even Ridwan Kamil used social media for these activities. The purpose of this study is to describe Ridwan Kamil's speech forms that adhere to Leech's maxims of politeness principles, as well as the function of politeness in Searle's (1969) language. The method of data collection is observing with the note-taking technique. The data analysis method uses data triangulation. The findings of this study indicate that from 155 speech data of Ridwan Kamil in the socialization of Covid-19 vaccination, six maxims of politeness principles are met, namely the Maxim of Wisdom, Maxim of Generosity, Maxim of Praise, Maxim of Humility, Maxim of Approval and Maxim of Sympathy; and has five speech functions Representative, Directive function, Commissive function, Expressive function and Declarative function. Abstrak Pembahasan penelitian ini tentang jenis tindak tutur dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19 di media sosial yang berhubungan erat dengan pragmatik linguistik. Jenis tindak tutur dari sudut pandang pragmatik merupakan tingkah laku berbahasa yang memiliki aturan yang disepakati penutur dan mitra tutur. Sejak awal periode tahun 2020 hingga awal tahun 2021 ini, Ridwan Kamil sebagai kepala daerah dan figur publik turut serta dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19. Penggunaan media sosial menjadi wadah yang efektif untuk menyebarkan informasi, himbauan, ataupun ajakan untuk turut menyukseskan sosialisasi vaksinasi Covid-19. Pun dengan Ridwan Kamil yang menggunakan media sosial untuk kegiatan tersebut. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan bentuk tuturan Ridwan Kamil yang mematuhi maksim prinsip kesantunan Leech, serta fungsi kesantunan berbahasa Searle (1969). Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yakni metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan triangulasi data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dari 155 data tuturan Ridwan kamil dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19 memenuhi enam maksim prinsip kesantunan yaitu Maksim Kebijaksanaan, Maksim Kedermawanan, Maksim Pujian, Maksim Kerendahan Hati, Maksim Persetujuan dan Maksim Kesimpatian; dan memiliki lima fungsi tuturan Representatif, fungsi Direktif, fungsi Komisif, fungsi Ekspresif dan fungsi Deklaratif.
scite is a Brooklyn-based organization that helps researchers better discover and understand research articles through Smart Citations–citations that display the context of the citation and describe whether the article provides supporting or contrasting evidence. scite is used by students and researchers from around the world and is funded in part by the National Science Foundation and the National Institute on Drug Abuse of the National Institutes of Health.
customersupport@researchsolutions.com
10624 S. Eastern Ave., Ste. A-614
Henderson, NV 89052, USA
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Copyright © 2025 scite LLC. All rights reserved.
Made with 💙 for researchers
Part of the Research Solutions Family.